“Matikan lampu, sibukkan anak-anak..”

Seorang laki-laki datang menghampiri Rasulullah SAW. dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya adalah orang yang sangat lapar lagi tidak mendapatkan makanan”. Maka Rasulullah SAW. bertanya kepada beberapa istri beliau, “Apakah kalian mempunyai makanan?”, namun jawabannya satu, “Demi Allah yang mengutus Anda dengan kebenaran, kami hanya mampunyai air”.

Maka, Nabi Muhammad SAW. berdiri di tengah-tengah para sahabat beliau dan berkata, “Siapakah di antara kalian yang bersedia menerima orang ini sebagai tamunya?” Dengan tanggap, salah seorang dari kalangan Anshar berkata,”Wahai Rasulullah, saya akan menerimanya sebagai tamu”.

Dibawalah tamu itu ke rumahnya. Lantas dia bertanya kepada istrinya, “apakah kamu mempunyai makanan?” Istrinya menjawab, “Tidak, yang ada hanya cukup untuk persediaan anak-anak kita saja”.

Berkatalah sahabat mulia ini, “Sibukkanlah mereka dengan sesuatu. Jika mereka menginginkan makan malam, ajaklah mereka tidur hingga tamu kita datang. Kalau sudah datang, letakkanlah makanan itu dan padamkanlah lampu, supaya ia beranggapan bahwa kita ikut makan bersamanya. Agar ia mau makan, letakkanlah makanan itu di hadapannya”.

Akhirnya tamu itu duduk dan makan. Ketika waktu subuh datang, sahabat yang mulia ini pergi ke masjid. Maka Rasulullah SAW. berkata kepadanya, “Sesungguhnya Allah sangat ta’jub terhadap apa yang kalian berdua lakukan tadi malam”.

Tinggalkan Balasan